Pengelolaan Risiko

  • Jaringan Kredit adalah salah satu bentuk pengaturan pembagian risiko (risk sharing arrangement) yang dilakukan oleh KPEI dimana Anggota Kliring baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama diwajibkan untuk menutupi kewajiban Lembaga Kliring dan Penjaminan (KPEI) berkaitan dengan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.

     

    • Ketentuan Persyaratan Keanggotaan
    • Ketentuan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)
    • Penempatan Agunan AK yang digunakan untuk menentukan Batasan Transaksi, menutup risiko dari transaksi Bursa, serta penyelesaian hak dan kewajiban AK dan Nasabah
    • Perhitungan / Valuasi Agunan yang ditempatkan oleh AK, termasuk Pembatasan Nilai Agunan yang Ditempatkan
    • Perhitungan Risiko
    • Pemantauan Risiko (Margin call)
    • Pembatasan Transaksi
    • Alternate Cash Settlement (ACS)
    • Mekanisme Default Waterfall (Cadangan Jaminan, Fasilitas Kredit, Dana Jaminan, Jaringan Kredit).
  • Fasilitas Kredit adalah pinjaman yang diberikan oleh bank kepada KPEI dengan agunan tunai (cash collateral) dalam rangka penanggulangan kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa.

  • Gagal Bayar adalah kondisi dimana Anggota Kliring dinyatakan tidak dapat memenuhi sebagian atau seluruh kewajibannya untuk menyelesaikan Transaksi Bursa sesuai dengan waktu dan cara yang telah diatur dalam peraturan Lembaga Kliring dan Penjaminan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 POJK 26/2014.

  • Penjaminan adalah pemberian kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban bagi Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Bursa di tanggal penyelesaian (T+2) sesuai dengan ketentuan KPEI.

  • Dana Jaminan adalah kumpulan dana dan atau Efek yang diadministrasikan dan dikelola oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan (KPEI) yang dapat digunakan untuk melakukan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa oleh KPEI.  Anggota Kliring wajib membayar sejumlah uang sebagai kontribusi untuk Dana Jaminan yang tidak dapat ditarik kembali guna menjamin kelancaran dan keamanan penyelesaian Transaksi Bursa. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 26, terdapat dua kontribusi Dana Jaminan yaitu kontribusi yang berasal dari kontribusi awal Anggota Kliring baru dan kontribusi yang didasarkan pada nilai transaksi setiap Anggota Kliring. Ketentuan Dana Jaminan adalah sebagai berikut:

    • Setoran untuk Dana Jaminan adalah sebesar  0.01% (nol koma nol satu persen) dari nilai setiap Transaksi Bursa atau sebesar Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) untuk Anggota Kliring Baru.
    • Dana Jaminan wajib disetorkan oleh Anggota Kliring ke rekening KPEI pada hari penyelesaian Transaksi Bursa.
    • Dana Jaminan dibukukan terpisah oleh KPEI.
    • Dana Jaminan dikelola dan diadministrasikan oleh KPEI untuk menjamin pemenuhan kewajiban Anggota Kliring setelah agunan berupa hak terima atas Efek dan atau uang, dan agunan lain Anggota Kliring serta Cadangan Jaminan, tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban Anggota Kliring kepada KPEI.
  • Cadangan Jaminan adalah akumulasi dana yang berasal dari penyisihan laba bersih KPEI dalam bentuk kas atau setara kas yang digunakan untuk melakukan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa oleh KPEI.